Minggu, 18 Oktober 2015

Perintah Masukan dan Keluaran



PERINTAH MASUKAN
perintah standar input yang disediakan oleh Borland C++, diantaranya adalah:
scanf( )
gets( )
cout( )
getch( )
getche( )
scanf( )
Fungsi scanf( ) digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data. Bentuk Umum
dari fungsi ini adalah:
simbol & merupakan pointer yang digunakan untuk menunjuk kealamat variabel
memori yang dituju.
Tipe data                                         Penentu Format Untuk scanf( )
Integer                                                 %d
Floating Point
Bentuk Desimal                                    %e atau %f
Bentuk Berpangkat                               %e atau %f
Double Precision                                  %lf
Character                                              %c
String                                                   %s
Unsigned Integer                                 %u
Long Integer                                        %ld
Long Unsigned Integer                        %lu
Unsigned Hexadecimal Integer           %x
Unsigned Octal Integer                        %o

contoh :
#include
#include
#include
main( )
{
char nama[15],kelas[20],hobby[15];
clrscr( );
printf("\tBIODATA SAYA\n");
printf("Nama : ");scanf("%s",&nama);
printf("Kelas: ");scanf("%s",&kelas);
printf("Hobby: ");scanf("%s",&hobby);
getch( );
}
 gets( )
Fungsi gets( ) digunakan untuk memasukkan data string. Bentuk Umum dari
fungsi ini adalah:
Perbedaan antara scanf( ) dengan gets( ) adalah:
Tabel 2.8. Perbedaan scanf( ) dengan gets( )
scanf( ) gets( )
Tidak dapat menerima string yang
mengandung spasi atau tab dan
dianggap sebagai data terpisah
Dapat menerima string yang
mengandung spasi atau tab
dan masing dianggap sebagai
satu kesatuan data.
Contoh:
 # include
# include
main( )
{
char nm1[20];
char nm2[20];
clrscr( );
gets(nama-variabel-array);
puts("Masukan nama ke - 1 = ");
gets(nm1);
printf("Masukan nama ke - 2 = ");
scanf("%s",&nm2);
printf("\n\n");
puts("Senang Berkenalan Dengan Anda ..");
puts(nm1);
printf("Senang Berkenalan Dengan Anda ..%s", nm1);
printf("\n\n");
puts("Senang Berkenalan Dengan Anda ..");
puts(nm2);
printf("Senang Berkenalan Dengan Anda ..%s", nm2);
getch( );
}
cin
Fungsi cin merupakan sebuah objeck didalam C++ digunakan untuk
memasukkan suatu data. Untuk menggunakan fungsi cin ini, harus menyertakan file
header iostream.h .
Contoh
 # include
# include
# include
main( )
{
int nilai1,nilai2, total;
clrscr( );
cout<<"Masukan Nilai 1 : ";
cin>>nilai1;
cout<<"Masukan Nilai 2 : ";
cin>>nilai2;
total=nilai1+nilai2;
cout<<"Masukan Total Nilai : "< getch( );
}
 getch ( )
Fungsi getch( ) (get character and echo) dipakai untuk membaca sebuah
karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan
tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan tidak akan ditampilkan di layar. File
header yang harus disertakan adalah conio.h.
Contoh
 # include
# include
main( )
{
char kar;
clrscr( );
printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = ");
kar = getch( );
printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar);
getch( );

Sebelum membahas tentang tipe data dan perintah keluaran alangkah baiknya jika kamu mengetahui apa itu konstanta dan variabl. 
Variabel adalah suatu tempat untuk menampung data yang nilainya selalu berubah. Variabel digunakan sebagai penyimpanan data sementara. Data yang disimpan dalam variabel akan hilang setelah program selesai dieksekusi. Sedangkan
Deklarasi Variabel
[Kristanto:2009] pengertian deklarasi adalah memesan memori dan menentukan jenis data yang dapat disimpan didalamnya.
Bentuk Umum: Tipe_data[spasi]nama_varibel;
Pada pendeklarasian variabel, daftar variabel dapat berupa sebuah variabel atau beberapa variabel yang dipisahkan dengan tanda koma.
Contoh: int jumlah ; float harga_per_satuan, total_harga;
konstanta adalah tempat untuk menampung data yang nilainya selalu tetap dan tidak pernah berubah.
konstanta menyatakan nilai numeris atau karakter yang tetap. Turbo C++ mendukung empat kelas konstanta:
konstanta integer
konstanta  floating point
konstanta String
konstanta karakter
Tipe Data Dan
Perintah Keluaran(Output)

KONSEP TIPE DATA
Pembagian tipe data :
1. Tipe Sederhana (simple type)
• Tipe Ordinal (ordinal type)
• Integer,Boolean,Character
• Tipe Real
2. Tipe String
• Operasi string
3. Tipe Terstruktur (structured type)
• Array, Record, Set, File
Tipe Sederhana = tipe data skalar, bahwa dalam sebuah
Peubah menyimpan sebuah data yg nilainya suatu urutan
tertentu.
a. Tipe Ordinal, sebuah subset tipe sederhana yg datanya
terbentuk menurut urutan tertentu. Karakteristik dari tipe ordinal adalah :
• Merupakan himpunan Berurutan (ordered set).
• Fungsi standard ORD/Ordinalitas.
• Fungsi standard PRED/Predecessor.
• Fungsi standard SUCC/Successor.
Tipe Integer, tipe data yg nilainya tidak memiliki titik desimal.
Ada 5 tipe data yg termasuk kelompok ini : integer, shor, int, long int,byte & word.
b. Tipe Real, = bil. yg berisikan titik desimal.
Contoh : 1.5 atau 75.00
c. Tipe Boolean, nilai pengambilan suatu keputusan pada prg, tipe ini mempunyai 2 nilai yaitu benar & salah. Operator yg digunakanAND, OR atau NOT.
d. Tipe Char, mendefinisikan data yg merupakan
himpunan karakter (tabel ASCII).
Data ditulis diantara petik, mis.‘F’‘A’ ‘15’,&‘AMIK BINA SARANA INFORMATIKA’ = string.
4 fungsi yg t’definisik’ manipulasi data char, yaitu :
1. ORDINAL, nilai ord(kar) - Cth.ord (‘A’) adalah 65
2. chr(I), - Cthn : chr (65) adalah ‘A’.
3. Pendahulu, Pred (kar) - Contoh:Pred(‘B’) = ‘A’.
4. Penerus, Succ(kar) - Contoh : succ (‘B’) = ‘C’
Tipe String = data berisi sederetan Char. yg banyaknya
berubah2 sesuai kebutuhan, yg besarnya 1 s/d 255 karakter.

Bentuk umum penulisan tipe data ini adalah :

Type pengenal = string [panjang] ;
pengenal = nama tipe data
panjang = bilangan bulat yg menunjukan
jumlah karakter
Contoh : tipe Kata = string [50]
var Nama1,Nama2 : Kata;

A. OPERASI STRING
1. Prosedur Standard
Delete – Menghapus sejumlah char
Insert – Menyisipkan suatu string
Str – Merubah Nilai Numerik
Val – Meng-konversi suatu Nilai String
2. Fungsi Standar
Copy
Copy(s:string;index:integer;count:integer):string;
ConCat
ConCat(s1[,s2,s3….sn]:string):string;
Pos
Pos(substr:sting;s:string):byte;
Length
Length(s:string):integer;
3. Tipe Terstuktur
 setiap peubah dapat menyimpan lebih dr sbh data yg masing2 data disebut komponen.
a. Tipe Larik (array)
b. Tipe Record
c. Tipe Set/Himpunan
d. Tipe File/berkas
e. Tipe Pointer
f. Tipe Terbilang/enumerated,
Contoh : type TOKO =(baru,ramai,sukses,rapi);
typeHARI=(minggu,senin,selasa,rabu,kamis,jum’at,
sabtu,minggu)
typeBULAN=(jan,feb,mar,apr,mei,jun,jul,ags,sep,okt,nop,des)
Perintah Keluaran (Output)
§  Printf
Digunakan untuk menampilkan hasil yang terformat dengan menggunakan format spesification.
Tipe data
Penetu format Printf( )
Integer
%d
Floating point

Bentuk desimal
%f
Bentuk berpangkat
%e
Bentuk desimal pangkat
%g
Double precision
%lf
Character
%c
String
%s
Unsigned Integer
%u
Long integer
%ld
Long insigned integer
%lu
Unsigned  hexadecimal integer
%x
Unsigned octal integer
%o



§ Cout
Fungsi ini untuk manampilkan hasil dapat digunakan fungsi pustaka putchar. Fungsi pustaka ini hanya digunakan untuk menampilkan nilai karakter dan tidak mengandung line feed.
Contoh:
#include
#include
#include

main()
{
    cout<<"Hai..selamat menggunakan C++\n";
   cout<<"salam kenal";
getch();
}
Dengan keluaran sebagai berikut:


untuk menampilkan hasil dapat digunakan fungsi pustaka cout. Fungsi
pustaka ini bentuknya agak sedikit berbeda dengan bentuk pustaka output lainnya.Perbedaannya terletak pada:
1. Praprosesor
2. Ganti Baris
Kalau fungsi pustaka printf, putchar maupun put preprocesornya
menggunakan #include , sedangkan fungsi pustaka cout
preprocesornya menggunakan #include
Kalau fungsi pustaka printf ganti baris menggunakan \n, endl
§  Putchar
Fungsi ini untuk manampilkan hasil dapat digunakan fungsi pustaka putchar. Fungsi pustaka ini hanya digunakan untuk menampilkan nilai karakter dan tidak mengandung line feed.
Contoh :
#include
#include
main()
{
clrscr( );
putchar('T');
putchar('I');
putchar('T');
putchar('I');
putchar('A');
putchar('N‘);
putchar('I');
printf("\nTegal");

getch

§  Puts
Fungsi ini hanya digunakan untuk menampilkan nilai string dan sudah mengandung line feed/ Pindah baris otomatis.

FUNGSI MANIPULASI STRING



Fungsi Manipulasi String

Borland C++ menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan
menipulasi string, diantaranya:
a. Fungsi strcat( )
Fungsi ini digunakan untuk menambahkan string sumber kebagian akhir dari
string tujuan. File header yang harus disertakan adalah string.h dan ctype.h
Bentuk Penulisan :

Strcat(tujuan,sumber);

Contoh-16

#include
#include
#include
main()
{
char a1[20],a2[20];

cout<<"Masukkan Kata - 1= ";
cin>>a1;
cout<<"Masukkan Kata - 2= ";
cin>>a2;
strcat(a1, a2);
cout<<"Hasil Penggabungannya "<
getch();
}

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-16 diatas adalah:


b. Fungsi strcmp( )
Fungsi ini digunakan untuk membandingkan string pertama dengan string
kedua. Hasil dari fungsi ini bertipe data integer (int). File header yang harus
disertakan adalah string.h
Bentuk Penulisan :
var_int = strcmp(str1, str2);

Contoh-17

 #include
#include
#include
main( )
{
char a1[ ] = "BSI";
char a2[ ] = "Bsi";
char b1[ ] = "BSI";
clrscr( );
cout<<"Hasil Perbandingan "<";
cout<
cout<<"Hasil Perbandingan "<";
cout<
cout<<"Hasil Perbandingan "<";
cout<
getch( );
}

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-17 diatas adalah:



c. Fungsi strcpy( )
Fungsi ini digunakan untuk menyalin string asal ke-variabel string tujuan,
dengan syarat string tujuan harus mempunyai tipe data dan dan ukuran yang sama
dengan string asal. File header yang harus disertakan adalah string.h.
Bentuk Penulisan :
var_int = strcmp(str1, str2);
strcpy(tujuan, asal);

Contoh-18

 #include
#include
#include
#include
main( )
{
char huruf[20];
char pindah[20];
clrscr( );
cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ";
gets(huruf);
/* Proses */
strcpy(pindah, huruf);
cout<<"Pemindahannya = "<
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-18 diatas adalah:


d. Fungsi strlen( )
Fungsi ini digunakan untuk memperoleh banyaknya karakter dalam string.
File header yang harus disertakan adalah string.h
Bentuk Penulisan :

Contoh-19

 #include
#include
#include
#include
main( )
{
char huruf[20];
char pindah[20];
clrscr( );
strlen(str);
cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ";
gets(huruf);
cout<<"Panjang Kata Yang Diinputkan = ";
cout<
getch( );
}

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-19 diatas adalah:

e. Fungsi strrev( )
Fungsi ini digunakan untuk membalik letak urutan pada string. String urutan
paling akhir dipindahkan keurutan paling depan dan seterusnya. File header yang
harus disertakan adalah string.h
Bentuk Penulisan :
Strrev(str);
Contoh-20

 #include
#include
#include
#include
main( )
{
char kata[20];
clrscr();
cout<<"Masukan Sembarang Kata = ";
gets(kata);
strrev(kata);
cout<<"Hasil Perubahan = "<
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-20 diatas adalah:

Fungsi Konversi String
Borland C++ 5.02 menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk
keperluan konfersi string.
a. Fungsi atof( )
Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan
numerik float. File header yang harus disertakan adalah math.h
Contoh-21

 #include
#include
#include
#include
main( )
{
char kata[20];
float angka, a, b;
clrscr( );
cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ";
gets(kata);
angka = atof(kata);
a = angka + 5;
cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-21 diatas adalah:

b. Fungsi atoi( )
Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan
numerik integer. File header yang harus disertakan adalah stdlib.h
Contoh-22

#include
#include
#include
#include
main( )
{
char kata[20];
float angka, a, b;
clrscr( );
cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ";
gets(kata);
angka = atoi(kata);
a = angka + 5;
cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<
getch( );
}

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-22 diatas adalah :
c. Fungsi atol( )
Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan
numerik long integer. File header yang harus disertakan adalah stdlib.h
Contoh-23
#include
#include
#include
#include
main( )
{
char kata[20];
float angka, a, b;
clrscr( );
cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ";
gets(kata);
angka = atol(kata);
a = angka + 2500;
cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 2500 = "<
getch( );
}

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-23 diatas adalah:
d. Fungsi strlwr( )
Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kapital ( huruf besar )
dalam string menjadi huruf kecil. File header yang harus disertakan adalah string.h
Bentuk Penulisan :
Contoh-24
 #include
#include
#include
#include
main( )
{
char kata[20];
clrscr( );
cout<<"Masukan Sembarang Kata dengan Huruf Besar =";
gets(kata);
strlwr(kata);
cout<<"Hasil Perubahan = "<
getch( );
}

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-24 diatas adalah:
e. Fungsi strupr( )
Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kecil dalam string
menjadi huruf kapital ( huruf besar ). File header yang harus disertakan adalah
string.h
Bentuk Penulisan :
Contoh-25
 #include
#include
#include
#include
main( )
{
char kata[20];
clrscr( );
cout<<”Masukkan Sembarang Kata dengan Huruf Besar: ”;
gets(kata);
strupr(kata);
cout<<”Hasil Perubahan : ”<
getch( );
}

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-25 diatas adalah :
Pernyataan IF
Pernyataan if mempunyai pengertian, “ Jika kondisi bernilai benar, maka
perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”.
Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut:
salah
benar
Gambar 4.1. Diagram Alir IF
Bentuk umum dari pernyataan if
Penulisan kondisi berada di dalam tanda kurung kurawal jika pemakaian if diikuti
dengan pernyataan majemuk, bentuk penulisannya sebagai berikut :
kondisi
perintah
BORLAND
C++
4
if (kondisi)
pernyataan;
if (kondisi)
{
pernyataan;
……
}
Contoh-1
 #include
#include
#include
main( )
{
float x,y;
clrscr( );
cout<<" Masukkan Nilai Positif atau Negatif "<
cout<<" Nilai X : ";cin>>x;
cout<<" Nilai Y : ";cin>>y;
if ((x >= 0 ) && (y>=0))

cout<<"X dan Y Bernilai POSITIF "<
getch( );
}

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-1 diatas adalah:
Pernyataan IF - ELSE
Pernyataan if mempunyai pengertian, “Jika kondisi bernilai benar, maka
perintah-1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan
perintah-2”. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut:
Gambar 4.3 Diagram Alir if-else
Bentuk umum dari pernyataan if -else
Salah
Benar
kondisii
Perintah-1 Perintah-2
if (kondisi)
perintah-1;
else
perintah-2;
Perintah-1 dan perintah-2 dapat berupa sebuah pernyataan tunggal, pernyataan
majemuk atau pernyataan kosong. Jika pemakaian if-else diikuti dengan pernyataan
majemuk, bentuk penulisannya sebagai berikut :
Contoh
Menentukan besarnya diskon dan bonus dari jumlah beli, dengan kriteria :
- jika jumlah beli > 15 maka diskon 5% dan bonusnya : payung
- selain itu tidak dapat diskon dan bonus
contoh-2
 #include
#include
#include
main( )
{
float jumbel,hrg;
char bonus[15];
float diskon;
clrscr( );
puts("");
cout<<" Harga Barang : " ; cin>> hrg;
cout << " Jumlah belinya : "; cin>> jumbel;
if(jumbel>=15)
{ diskon = 0.15 * hrg ;
strcpy(bonus, "PAYUNG");
}
else
{ diskon =0 ;
strcpy(bonus, "Tidak Dapat");
}
cout<<"\n----------------------------"<
cout<<" Diskonnya : "<
cout<<" Bonusnya : "<
getch();
}


if (kondisi)
{
perintah-1;
...
}
else
{
perintah-2;
...
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-2 diatas adalah :
Pernyataan NESTED IF
Nested if merupakan pernyataan if berada didalam pernyataan if yang
lainnya. Bentuk penulisan pernyataan Nested if adalah :
Contoh
Suatu perusahaan menjual pakaian dengan ketentuan sebagai berikut:
· Jika kode baju=1 maka Merk Baju = H&R, dengan ukuran baju=S,maka
harganya 45000, Jika ukuran baju=M, maka harganya 60000, selain itu
harganya = 0.
· Jika kode baju=2 maka Merk Baju = Adidas, dengan ukuran baju=S, maka
harganya 65000, Jika ukuran Baju=M, maka harganya 75000, selain itu
harganya = 0.
· Selain kode baju diatas, maka salah kode
Contoh-3
 #include
#include
#include
main( )
{
char kode,ukuran,merk[15];
long harga=0;
if(syarat)
{
if(syarat)
… perintah;
else
… perintah;
}
else
{
if(syarat)
… perintah;
else
… perintah;
}
clrscr( );
cout<<"Kode Baju : ";cin>>kode;
cout<<"Ukuran : ";cin>>ukuran;
if (kode = ='1')
{
strcpy(merk,"H & R");
if (ukuran= ='S' || ukuran = ='s')
harga=45000;
else if (ukuran= ='M' || ukuran = ='m')
harga=60000;
else
harga = 0;
}
else if (kode=='2')
{
strcpy(merk," Adidas");
if (ukuran=='S' || ukuran == 's')
harga=65000;
else if (ukuran= ='M' || ukuran = ='m')
harga=75000;
else
harga = 0;
}
else
cout<<”Salah Kode Baju”<
cout<<"------------------------"<
cout<<"Merk Baju : "<
cout<<"Harga Baju : "<
getch();
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-3 diatas adalah :
Gambar 4. 5 Hasil Contoh 3

Pernyataan IF – ELSE Majemuk
Bentuk dari if-else bertingkat sebenarnya serupa dengan nested if, keuntungan
penggunaan if-else bertingkat dibanding dengan nested if adalah penggunaan bentuk
penulisan yang lebih sederhana.
Bentuk Umum Penulisannya:
Contoh
Suatu perusahaan memberikan komisi kepada para selesman dengan ketentuan
sebagai berikut:
· Bila salesman dapat menjual barang hingga Rp. 200.000 ,- , akan diberikan
uang jasa sebesar Rp. 10.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 10% dari
pendapatan yang diperoleh hari itu.
· Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 200.000 ,- , akan diberikan
uang jasa sebesar Rp. 20.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 15% dari
pendapatan yang diperoleh hari itu.
· Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 500.000 ,- , akan diberikan
uang jasa sebesar Rp. 30.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 20% dari
pendapatan yang diperoleh hari itu.
Contoh-4
#include
#include
#include
main( )
{
float pendapatan, jasa=0, komisi=0, total=0;
clrscr( );
cout<<"Pendapatan Hari ini Rp. ";
cin>>pendapatan;
if (syarat)
{
… perintah;
… perintah;
}
else if (syarat)
{
… perintah;
… perintah;
}
else
{
… perintah;
… perintah;
}
if (pendapatan >= 0 && pendapatan <= 200000)
{
jasa=10000;
komisi=0.1*pendapatan;
}
else if(pendaptan<=500000)
{
jasa=20000;
komisi=0.15*pendapatan;
}
else
{
jasa=30000;
komisi=0.2*pendapatan;
}
/* menghitung total */
total = komisi+jasa;
cout<<"Uang Jasa Rp. "<
cout<<"Uang Komisi Rp. "<
cout<<"============================="<
cout<<"Hasil Total Rp. "<
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-4 diatas adalah :
Pernyataan switch - case
Bentuk dari switch - case merupakan pernyataan yang dirancangan khusus
untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak
alternatif penyelesaian. Pernyataan switch - case ini memiliki kegunaan sama seperti
if – else bertingkat, tetapi penggunaannya untuk memeriksa data yang bertipe
karakter atau integer. Bentuk penulisan perintah ini sebagai berikut:
Setiap pilihan akan dijalankan jika syarat nilai konstanta tersebut dipenuhi
dan default akan dijalankan jika semua cabang diatasnya tidak terpenuhi.
Pernyataan break menunjukan bahwa perintah siap keluar dari switch. Jika
pernyataan ini tidak ada, maka program akan diteruskan ke pilihan-pilihan yang
lainnya.
Contoh-5
 #include
#include
#include
main( )
{
int kode;
clrscr( );
cout<<"Masukkan Kode Jurusan [11/12/13] : ";
cin>>kode;
switch(kode)
{
case 11 :
cout<<"Komputerisasi Akuntansi";
break;
case 12 :
cout<<"Manajemen Informatika";
break;
switch (ekspresi integer atau karakter )
{
case konstanta-1 :
… perintah;
… perintah;
break;
case konstanta-2 :
… perintah;
… perintah;
break;
default :
… perintah;
… perintah;
}
case 13 :
cout<<"Tehnik Komputer";
break;
default:
cout<<"Anda Salah Memasukan kode";
break;
}
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-5 diatas adalah :
Contoh-6
#include
#include
#include
main( )
{
char kode;
clrscr( );
cout<<"Masukkan Kode Barang [A..C] : ";
cin>>kode;
switch(kode)
{
case 'A' :
case 'a' :
cout<<"Alat Olah Raga";
break;
case 'B' :
case 'b' :
cout<<"Alat Elelktronik";
break;
case 'C' :
case 'c' :
cout<<"Alat Masak";
break;
default:
cout<<"Anda Salah Memasukan kode";
break;
}
getch( );
}

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-6 diatas adalah :


 

Copyright @ 2013 Fakih Komputer.