Fungsi
Manipulasi String
Borland C++ menyediakan beberapa
fungsi yang digunakan untuk keperluan
menipulasi string, diantaranya:
a. Fungsi
strcat( )
Fungsi ini digunakan untuk
menambahkan string sumber kebagian akhir dari
string tujuan. File header yang
harus disertakan adalah string.h dan ctype.h
Bentuk Penulisan :
Strcat(tujuan,sumber);
Contoh-16
#include
#include
#include
main()
{
char a1[20],a2[20];
cout<<"Masukkan Kata -
1= ";
cin>>a1;
cout<<"Masukkan Kata -
2= ";
cin>>a2;
strcat(a1, a2);
cout<<"Hasil
Penggabungannya "<
getch();
}
Output yang akan dihasilkan, dari
program contoh-16 diatas adalah:
b. Fungsi
strcmp( )
Fungsi ini digunakan untuk membandingkan
string pertama dengan string
kedua. Hasil dari fungsi ini
bertipe data integer (int). File header yang harus
disertakan adalah string.h
Bentuk Penulisan :
var_int
= strcmp(str1, str2);
Contoh-17
#include
#include
#include
main( )
{
char a1[ ] = "BSI";
char a2[ ] = "Bsi";
char b1[ ] = "BSI";
clrscr( );
cout<<"Hasil
Perbandingan "<";
cout<
cout<<"Hasil
Perbandingan "<";
cout<
cout<<"Hasil
Perbandingan "<";
cout<
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari
program contoh-17 diatas adalah:
c. Fungsi
strcpy( )
Fungsi ini digunakan untuk
menyalin string asal ke-variabel string tujuan,
dengan syarat string tujuan harus
mempunyai tipe data dan dan ukuran yang sama
dengan string asal. File header
yang harus disertakan adalah string.h.
Bentuk Penulisan :
var_int = strcmp(str1, str2);
strcpy(tujuan,
asal);
Contoh-18
#include
#include
#include
#include
main( )
{
char huruf[20];
char pindah[20];
clrscr( );
cout<<"Masukkan
Sembarang Kata = ";
gets(huruf);
/* Proses */
strcpy(pindah, huruf);
cout<<"Pemindahannya =
"<
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari
program contoh-18 diatas adalah:
d. Fungsi
strlen( )
Fungsi ini digunakan untuk
memperoleh banyaknya karakter dalam string.
File header yang harus disertakan
adalah string.h
Bentuk Penulisan :
Contoh-19
#include
#include
#include
#include
main( )
{
char huruf[20];
char pindah[20];
clrscr( );
strlen(str);
cout<<"Masukkan
Sembarang Kata = ";
gets(huruf);
cout<<"Panjang Kata
Yang Diinputkan = ";
cout<
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari
program contoh-19 diatas adalah:
e. Fungsi
strrev( )
Fungsi ini digunakan untuk
membalik letak urutan pada string. String urutan
paling akhir dipindahkan keurutan
paling depan dan seterusnya. File header yang
harus disertakan adalah string.h
Bentuk Penulisan :
Strrev(str);
Contoh-20
#include
#include
#include
#include
main( )
{
char kata[20];
clrscr();
cout<<"Masukan
Sembarang Kata = ";
gets(kata);
strrev(kata);
cout<<"Hasil Perubahan
= "<
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari
program contoh-20 diatas adalah:
Fungsi Konversi
String
Borland C++ 5.02 menyediakan
beberapa fungsi yang digunakan untuk
keperluan konfersi string.
a. Fungsi atof(
)
Fungsi ini digunakan untuk
mengubah string (teks) angka menjadi bilangan
numerik float. File header yang
harus disertakan adalah math.h
Contoh-21
#include
#include
#include
#include
main( )
{
char kata[20];
float angka, a, b;
clrscr( );
cout<<"Masukan
Sembarang Kata berupa angka = ";
gets(kata);
angka = atof(kata);
a = angka + 5;
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari
program contoh-21 diatas adalah:
b. Fungsi atoi(
)
Fungsi ini digunakan untuk
mengubah string (teks) angka menjadi bilangan
numerik integer. File header yang
harus disertakan adalah stdlib.h
Contoh-22
#include
#include
#include
#include
main( )
{
char kata[20];
float angka, a, b;
clrscr( );
cout<<"Masukan
Sembarang Kata berupa angka = ";
gets(kata);
angka = atoi(kata);
a = angka + 5;
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari
program contoh-22 diatas adalah :
c. Fungsi atol(
)
Fungsi ini digunakan untuk
mengubah string (teks) angka menjadi bilangan
numerik long integer. File header
yang harus disertakan adalah stdlib.h
Contoh-23
#include
#include
#include
#include
main( )
{
char kata[20];
float angka, a, b;
clrscr( );
cout<<"Masukan
Sembarang Kata berupa angka = ";
gets(kata);
angka = atol(kata);
a = angka + 2500;
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari
program contoh-23 diatas adalah:
d. Fungsi
strlwr( )
Fungsi ini digunakan untuk
mengubah setiap huruf kapital ( huruf besar )
dalam string menjadi huruf kecil.
File header yang harus disertakan adalah string.h
Bentuk Penulisan :
Contoh-24
#include
#include
#include
#include
main( )
{
char kata[20];
clrscr( );
cout<<"Masukan
Sembarang Kata dengan Huruf Besar =";
gets(kata);
strlwr(kata);
cout<<"Hasil Perubahan
= "<
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari
program contoh-24 diatas adalah:
e. Fungsi
strupr( )
Fungsi ini digunakan untuk
mengubah setiap huruf kecil dalam string
menjadi huruf kapital ( huruf
besar ). File header yang harus disertakan adalah
string.h
Bentuk Penulisan :
Contoh-25
#include
#include
#include
#include
main( )
{
char kata[20];
clrscr( );
cout<<”Masukkan Sembarang
Kata dengan Huruf Besar: ”;
gets(kata);
strupr(kata);
cout<<”Hasil Perubahan :
”<
getch( );
}
Output yang akan dihasilkan, dari
program contoh-25 diatas adalah :
Pernyataan
IF
Pernyataan if
mempunyai pengertian, “ Jika kondisi bernilai benar, maka
perintah
akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”.
Dari
pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut:
salah
benar
Gambar 4.1. Diagram Alir IF
Bentuk umum
dari pernyataan if
Penulisan kondisi
berada di dalam tanda kurung kurawal jika pemakaian if diikuti
dengan
pernyataan majemuk, bentuk penulisannya sebagai berikut :
kondisi
perintah
BORLAND
C++
4
if (kondisi)
pernyataan;
if (kondisi)
{
pernyataan;
……
}
Contoh-1
#include
#include
#include
main( )
{
float x,y;
clrscr( );
cout<<"
Masukkan Nilai Positif atau Negatif "<
cout<<"
Nilai X : ";cin>>x;
cout<<"
Nilai Y : ";cin>>y;
if ((x >=
0 ) && (y>=0))
cout<<"X
dan Y Bernilai POSITIF "<
getch( );
}
Output yang
akan dihasilkan, dari program contoh-1 diatas adalah:
Pernyataan
IF - ELSE
Pernyataan if
mempunyai pengertian, “Jika kondisi bernilai benar, maka
perintah-1
akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan
perintah-2”. Dari pengertian tersebut dapat
dilihat dari diagram alir berikut:
Gambar 4.3 Diagram Alir if-else
Bentuk umum
dari pernyataan if -else
Salah
Benar
kondisii
Perintah-1
Perintah-2
if (kondisi)
perintah-1;
else
perintah-2;
Perintah-1
dan perintah-2 dapat berupa sebuah pernyataan tunggal, pernyataan
majemuk atau
pernyataan kosong. Jika pemakaian if-else diikuti dengan pernyataan
majemuk,
bentuk penulisannya sebagai berikut :
Contoh
Menentukan
besarnya diskon dan bonus dari jumlah beli, dengan kriteria :
- jika
jumlah beli > 15 maka diskon 5% dan bonusnya : payung
- selain itu
tidak dapat diskon dan bonus
contoh-2
#include
#include
#include
main( )
{
float
jumbel,hrg;
char
bonus[15];
float
diskon;
clrscr( );
puts("");
cout<<"
Harga Barang : " ; cin>> hrg;
cout
<< " Jumlah belinya : "; cin>> jumbel;
if(jumbel>=15)
{ diskon =
0.15 * hrg ;
strcpy(bonus,
"PAYUNG");
}
else
{ diskon =0
;
strcpy(bonus,
"Tidak Dapat");
}
cout<<"\n----------------------------"<
cout<<"
Diskonnya : "<
cout<<"
Bonusnya : "<
getch();
}
if (kondisi)
{
perintah-1;
...
}
else
{
perintah-2;
...
}
Output yang
akan dihasilkan, dari program contoh-2 diatas adalah :
Pernyataan
NESTED IF
Nested if
merupakan pernyataan if berada didalam pernyataan if yang
lainnya.
Bentuk penulisan pernyataan Nested if adalah :
Contoh
Suatu
perusahaan menjual pakaian dengan ketentuan sebagai berikut:
· Jika kode
baju=1 maka Merk Baju = H&R, dengan ukuran baju=S,maka
harganya
45000, Jika ukuran baju=M, maka harganya 60000, selain itu
harganya =
0.
· Jika kode
baju=2 maka Merk Baju = Adidas, dengan ukuran baju=S, maka
harganya
65000, Jika ukuran Baju=M, maka harganya 75000, selain itu
harganya =
0.
· Selain kode
baju diatas, maka salah kode
Contoh-3
#include
#include
#include
main( )
{
char
kode,ukuran,merk[15];
long
harga=0;
if(syarat)
{
if(syarat)
… perintah;
else
… perintah;
}
else
{
if(syarat)
… perintah;
else
… perintah;
}
clrscr( );
cout<<"Kode
Baju : ";cin>>kode;
cout<<"Ukuran
: ";cin>>ukuran;
if (kode =
='1')
{
strcpy(merk,"H
& R");
if (ukuran=
='S' || ukuran = ='s')
harga=45000;
else if
(ukuran= ='M' || ukuran = ='m')
harga=60000;
else
harga = 0;
}
else if
(kode=='2')
{
strcpy(merk,"
Adidas");
if
(ukuran=='S' || ukuran == 's')
harga=65000;
else if
(ukuran= ='M' || ukuran = ='m')
harga=75000;
else
harga = 0;
}
else
cout<<”Salah
Kode Baju”<
cout<<"------------------------"<
cout<<"Merk
Baju : "<
cout<<"Harga
Baju : "<
getch();
}
Output yang
akan dihasilkan, dari program contoh-3 diatas adalah :
Gambar 4. 5 Hasil Contoh 3
Pernyataan
IF – ELSE Majemuk
Bentuk dari if-else
bertingkat sebenarnya serupa dengan nested if, keuntungan
penggunaan if-else
bertingkat dibanding dengan nested if adalah penggunaan bentuk
penulisan
yang lebih sederhana.
Bentuk Umum
Penulisannya:
Contoh
Suatu
perusahaan memberikan komisi kepada para selesman dengan ketentuan
sebagai
berikut:
· Bila
salesman dapat menjual barang hingga Rp. 200.000 ,- , akan diberikan
uang jasa
sebesar Rp. 10.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 10% dari
pendapatan
yang diperoleh hari itu.
· Bila
salesman dapat menjual barang diatas Rp. 200.000 ,- , akan diberikan
uang jasa
sebesar Rp. 20.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 15% dari
pendapatan
yang diperoleh hari itu.
· Bila
salesman dapat menjual barang diatas Rp. 500.000 ,- , akan diberikan
uang jasa
sebesar Rp. 30.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 20% dari
pendapatan
yang diperoleh hari itu.
Contoh-4
#include
#include
#include
main( )
{
float
pendapatan, jasa=0, komisi=0, total=0;
clrscr( );
cout<<"Pendapatan
Hari ini Rp. ";
cin>>pendapatan;
if (syarat)
{
… perintah;
… perintah;
}
else if
(syarat)
{
… perintah;
… perintah;
}
else
{
… perintah;
… perintah;
}
if
(pendapatan >= 0 && pendapatan <= 200000)
{
jasa=10000;
komisi=0.1*pendapatan;
}
else if(pendaptan<=500000)
{
jasa=20000;
komisi=0.15*pendapatan;
}
else
{
jasa=30000;
komisi=0.2*pendapatan;
}
/*
menghitung total */
total =
komisi+jasa;
cout<<"Uang
Jasa Rp. "<
cout<<"Uang
Komisi Rp. "<
cout<<"============================="<
cout<<"Hasil
Total Rp. "<
getch( );
}
Output yang
akan dihasilkan, dari program contoh-4 diatas adalah :
Pernyataan
switch - case
Bentuk dari switch
- case merupakan pernyataan yang dirancangan khusus
untuk
menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak
alternatif
penyelesaian. Pernyataan switch - case ini memiliki kegunaan sama
seperti
if – else
bertingkat, tetapi penggunaannya untuk memeriksa data yang bertipe
karakter atau integer. Bentuk
penulisan perintah ini sebagai berikut:
Setiap
pilihan akan dijalankan jika syarat nilai konstanta tersebut dipenuhi
dan default
akan dijalankan jika semua cabang diatasnya tidak terpenuhi.
Pernyataan break
menunjukan bahwa perintah siap keluar dari switch. Jika
pernyataan
ini tidak ada, maka program akan diteruskan ke pilihan-pilihan yang
lainnya.
Contoh-5
#include
#include
#include
main( )
{
int kode;
clrscr( );
cout<<"Masukkan
Kode Jurusan [11/12/13] : ";
cin>>kode;
switch(kode)
{
case 11 :
cout<<"Komputerisasi
Akuntansi";
break;
case 12 :
cout<<"Manajemen
Informatika";
break;
switch
(ekspresi integer atau karakter )
{
case
konstanta-1 :
… perintah;
… perintah;
break;
case
konstanta-2 :
… perintah;
… perintah;
break;
default :
… perintah;
… perintah;
}
case 13 :
cout<<"Tehnik
Komputer";
break;
default:
cout<<"Anda
Salah Memasukan kode";
break;
}
getch( );
}
Output yang
akan dihasilkan, dari program contoh-5 diatas adalah :
Contoh-6
#include
#include
#include
main( )
{
char kode;
clrscr( );
cout<<"Masukkan
Kode Barang [A..C] : ";
cin>>kode;
switch(kode)
{
case 'A' :
case 'a' :
cout<<"Alat
Olah Raga";
break;
case 'B' :
case 'b' :
cout<<"Alat
Elelktronik";
break;
case 'C' :
case 'c' :
cout<<"Alat
Masak";
break;
default:
cout<<"Anda
Salah Memasukan kode";
break;
}
getch( );
}
Output yang
akan dihasilkan, dari program contoh-6 diatas adalah :
0 komentar:
Posting Komentar